Core Competences: A Key Force in Business-Government-Civil Society Collaborations by Steven Waddell

12 11 2009

Tema:

Menemukan Cara-cara Baru untuk Mencapai Tujuan Inti melalui Kolaborasi

Masalah:

Bagaimana cara mengkoordinasikan  tiga sector ekonomi, yaitu business, government dan civil society untuk melakukan kolaborasi demi stabiitas perekonomian negara seiring dengan perdagangan global.

Tujuan:

Menunjukkan bahwa sebuah organisasi dapat menemukan cara baru untuk mencapai tujuannya melalui kolaborasi.  Dan kompetensi inti merupakan faktor utama dalam mengembangkan kolaborasi

Metodologi

  • Sampel dan data:
    • Kasus pada tahun 1980an yang menyangkut komunitas-komunitas grup yang terdapat di Pittsburgh, Pennsylvania
    • Kasus di Filipina , Ms. Ordonez yang menciptakan kolaborasi antara petani local dengan badan pemerintah dalam hal mengelola beras
    • Global reporting initiative (GRI) yang merupakan kolaborasi antara bisnis multinasional, ahli lingkungan, aktivis LSM dan United Nations Environment Programme (UNEP)
    • Metode penelitian:

Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif dengan mempelajari masalah dalam masyarakat, tata cara berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi, sikap, pandangan, proses yang sedang berlangsung, pengaruh dari suat fenomena; pengukuran yang cermat tentang fenomena dalam masyarakat. Peneliti mengembangkan konsep, menghimpun fakta, tapu tidak menguji hipotesis

Analisis:

Di dunia terdapat tiga sector yang mempengaruhi economy development suatu negara:

  • Business: bentuk ogansasinya berorientasi pada laba, kekuatannya dari uang, tujuan utamanya , yaitu kesejahteraan pemilik, dan memiliki kekurangan: terfokus pada short term, kurangnya kepedulian terhadap dampak eksternal
  • Government: bentuk organisasinya pemerintahan, kekuatannya terletak pada sang pemilih, tujuan utamanya adalah kesejahteraan social, dan kelemahannya: birokrasi, bergeraknya lambat dan koordinasi internal yang masih jelek
  • Civil Society: bentuk organisasinya tidak berorientasi pada keuntungan, kekurangannya: masih amatir, kurangnya sumber uang

Kompetisi inti dipengaruhi oleh kelemahan yang unik dan lintas sektoral yang mengkombinasikan kompetensi inti yang kemudian memunculkan sebuah potensi unik fungsi social. Model kompetensi inti masalah dasar untuk memahami kolaborasi lintas sektoral sebagai iniiatif yang bertujuan tidak hanya untuk kegitn koordinasi antara organisasi yang berbeda dengan sumber daya yang saling melengkapi tetapi juga untuk mengimbangi kelemahan dan menghaslkan hasil yang baik dan memberikan tempat penting untuk menegosiasikan kontrak social da meningkatkan kohesi antara bagian-bagian yang berbeda dari masyarakat

Kesimpulan:

Semua kasus berhubungan dengan perubahan organisasional dan perubahan societal. Sudut pandang kompetensi inti mempunyai pemikiran bahwa kita dapat memperluas pekerjaan dan meningkatkan skala kolaborasi intersektoral. Hal itu memberikan cara-cara untuk melakukan kolaborasi tersebut dengan efekif dan dengan cara yang leih disiplin, serta menantang kita untuk melakukan lebih banyak eksperimen, sehingga kita jadi lebih inovatif, dan lebih kreatif dalam erancang struktur-truktur serta proses-proses yang dapat memberikan lebih banyak kekuatan dalam sebuah hubungan. Dalam peningkatan kemandirian dunia, tantangan-tantangan tidak dapat dihindari.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: