The Relationship between Interest Will and GDP

19 11 2009

“An increase in the real rate interest will, other things equal, results in an increase in the equilibrium real GDP”

The statement above is false.

Reason:

Masalah tingkat bunga dan tingkat diskonto ini berhubungan dengan kebijakan moneter yang dilakukan pemerintah.  Yang dimaksud dengan kebijakan moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang diinginkan (yang lebih baik) dengan mengatur jumlah uang beredar. Yang dimaksud dengan kondisi yang lebih baik adalah meningkatnya output keseimbangan dan atau terpeliharanya stabilitas harga (inflasi terkontrol). Melalui kebijakan moneter pemerintah dapat mempertahankan , menambah atau mengurangi jumlah uang beredar dalam upaya mempertahankan kemampuan ekonomi bertumbuh, sekaligus mengendalikan inflasi.

Jika yang dilakukan adalah menambah jumlah uang beredar, maka pemerintah dikatakan menempuh kebijakan moneter ekspansif (monetary expansive). Sebaliknya jika jumlah uang beredar dikurangi, pemerintah menempuh kebijakan moneter kontraktif (monetary contractive). Istilah lain untuk kebijakan moneter kontraktif adalah kebijakan uang ketat (tight money policy)

Dan masalah mengubah tingkat bunga dan tingkat diskonto ini termasuk dalam instrumen utama yang dilakukan pemerintah untuk mengontrol jumlah uang yang beredar, selain operasi pasar terbuka (open market opration) dan ratio cadangan wajib (reserve requirement ratio).

Mengubah Tingkat Bunga dan Tingkat Diskonto

Pemerintah dalam menjalankan tugasnya untuk mengawasi kegiatan bank-bank umum, bank sentral hars memastikan agar masyarakat tidak kehilangan kepercayaan atas sistem bank. Salah satu cara mewujudkan hal ini adalah dengan berusaha agar bank-bank umum selalu sanggup membayar seluruh cek yang ditarik ke atasnya. Untuk mencapai tujuan ini ada dua langkah yang dapat dijalankan bank sentral. Yang pertama adalah dengan membuat petunjuk-petunjuk atau peraturan-peraturan tentang pola (susunan) dan jenis investasi yang dapat dilakukan oleh bank-bank umum. Dan yang kedua adalah dengan memberikan pinjaman kepada bank-bank umum yang menghadapai kesulitan dalam cadangannya, yaitu cadangannya telah di bawah cadangn minimum yang ditetapkan oleh bank sentral.

Dalam membantu bank-bank umum, ada dua bentuk bantuan yang boleh diberikan bank sentral: dengan memberikan pinjaman atau dengan membeli surat-surat berharga tertentu yang dimiliki bank umum yang memerlukan bantuan. Dalam melakukan tindakan yang belakangan disebutkan ini, bank sentral hanya menerima surat-surat berharga yang sangat tinggi likuiditasnya, seperti treasure bill. Apabila bank-bank umum menjual surat-surat berharga seperti itu kepada bank sentral maka langkah itu dinamakan mendiskontokan surat-surat berharga.

Di dalam memberikan pinjaman, bank sentral akan menetapkan tingkat bunga yang harus dibayar oleh bank-bank umum atas pinjaman yang diterimanya. Juga bank sentral akan menetapkan tingkat (suku) diskonto dari treasury bill atau surat-surat berharga yang likuiditasnya tinggi lainnya yang dijual kepada bank sentral. Tingkat yang ditetapkan oleh bank sentraltersebut dinamakan tingkat diskonto atau tingkat (suku) bank (bank rate).

Bila pemerintah ingin menambah jumlah uang beredar, maka pemerintah menurunkan tingkat bunga pinjaman (tingkat diskonto). Dengan tingkat bunga pinjaman yang lebih murah, maka keinginan bank-bank untuk meminjam uang dari bank sentral menjadi lebih besar, sehingga jumlah uang beredar bertambah. Sebaliknya bila ingin menahan laju pertambahan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan bunga pinjaman. Hal ini akan mengurangi keinginan bank-bank meminjam uang dari bank sentral, sehingga pertambahan jumlah uang beredar dapat ditekan.

Peranan bank sentral sebagai sumber dari pinjaman atau tempat untuk mendiskontokan surat-surat berharga tersebut apat digunakan oleh bank sentral sebagai suatu cara untuk mempengaruhi jumlah uang beredar dan tingkat kegiatan ekonomi. Dalam keadaan dimana kegiatan ekonomi masih berada di bawah tingkat kegiatan yang diharapkan dan yang dapat dicapai, bank sentral dapat mempertinggi tingkat kegiatannya dengan menurunkan tingkat diskonto. Dengan penurunan tingkat diskonto, biaya (bunga )uang seharusnya dibayar oleh bank-bank umum untuk meminjam dari bank sentral menjadi lebih murah. Ini akan mendorong mereka untuk memberikan lebih banyak pinjaman. Sebaliknya, apabila bank sentral ingin membatasi kegiatan ekonomi yang sudah mencapai tingkat yang terlalu tinggi, tingkat diskonto perlu dinaikkan. Kenaikan tingkat diskonto ini akan mendorong bank-bank umum menaikkan tingkat bunga atas pinjaman-pinjaman yang diberikannya. Oleh karenanya para pengusaha enggan untuk membuat pinjaman baru dan banyak di antara nasabah-nasabahnya akan mengembalikan pinjaman yang dibuat pada masa lalu. Pada akhirnya akan timbul penurunan dalam kegiatan ekonomi. Penurunan kegiatan ekonomi ini mengurangi siklus perputaran uang dan juga berarti penurunan GDP riil negara.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: